Jumat, 16 Mei 2014

laporan (masih kurang)

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI KEWIRAUSAHAAN
KASONGAN, MANDING, PANTAI DEPOK DAN MALIOBORO

Disusun untuk tugas mata kuliah Kewirausahaan
Dosen Pengampu: Dra. Tri Murwaningsih, M.Si
 




Disusun Oleh:
Adventya Widyastiti / kelas A
K4213003

PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA JAWA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA

2013




BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha diberi awalan ke dan akhiran an yang bersifat membuat kata benda wirausaha mempunyai pengertian abstrak, yaitu hal-hal yang bersangkutan dengan wirausaha. Lebih lanjut bila wira diartikan sebagai berani dan usaha diartikan sebagai kegiatan bisnis yang komersial maupun non bisnis dan non komersial, maka kewirausahaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan keberanian seseorang untuk melaksanakan sesuatu kegiatan bisnis/non bisnis (cara mandiri). Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah), milik Warga Negara Indonesia, dan berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar, serta berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Di Indonesia, UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Jumlah UKM hingga 2011 mencapai sekitar 52 juta. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13 juta pelaku UKM yang mendapat akses ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota. Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengatakan Pemerintah akan menarik pajak bagi sektor UKM beromzet Rp300 juta hingga Rp4 miliar per tahun. Hal tersebut akan dilaksanakan karena pemerintah mengakui membutuhkan uang untuk proyek infrastruktur.
Berikut disajikan beberapa jenis UKM yang berada di daerah Jogjakarta dan analisisnya. Data dalam makalah ini diperoleh dari observasi lapangan yang dilakukan pada hari Kamis, 12 Desember 2013. Observasi lapangan berupa kunjungan di beberapa daerah industri di Jogjakarta, yaitu daerah Kasongan, Manding, Pantai Depok, dan Malioboro.
  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana profil usaha kecil di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro?
2.      Bagaimana wirausahawan yang ada di Kasongan?
3.      Bagaimana wirausahawan yang ada di Manding?
4.      Bagaimana wirausahawan yang ada di Pantai Depok?
5.      Bagaimana wirausahawan yang ada di Malioboro?
  1. Tujuan
1.      Mengetahui profil usaha kecil di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro.
2.      Mengetahui tentang wirausahawan yang ada di Kasongan.
3.      Mengetahui tentang wirausahawan yang ada di Manding.
4.      Mengetahui tentang wirausahawan yang ada di Pantai Depok.
5.      Mengetahui tentang wirausahawan yang ada di Malioboro
  1. Manfaat
1.      Menambah wawasan tentang usaha kecil yang ada di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro.
2.      Menganalisis usaha kecil yang ada di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro.
3.      Menambah pengetahuan dalam berwirausaha.




BAB II
LANDASAN TEORI
  1. Marketing Mix
Marketing Mix merupakan variabel-variabel pemasaran yang terkontrol oleh perusahaan dan digunakan oleh perusahaan untuk mencapai target pasar yang telah ditetapkan dan memberikan kepuasan pada konsumen. Dalam hal ini Swastha (1985: 94) memberikan pengertian marketing mix adalah empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi. Selanjutnya Kotler (1985: 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut: Product (Produk), Price (Harga), Place (distribusi/tempat), dan Promotion (promosi).
1.      Place (tempat atau distribusi)
Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan. Dalam pencapain tujuan utama dari pemasaran yakni menyalurkan barang-barang atau jasa. Secara efisien dari produsen ke konsumen, maka diperlukan adanya kegiatan penyaluran (distribusi) sebagai mata rantai yang harus dilalui oleh barang-barang dari produsen ke konsumen pada waktu dan jumlah yang tepat.
Barang konsumsi umumnya dijual melalui perantara dengan maksud untuk menekan biaya pencapaian pasar yang luas dan menyebar. Produsen dapat memperoleh penghematan biaya dengan melimpahkan sebagian fungsi pemasarannya kepada perantara. Sedangkan barang industri, hampir sebagian besar tidak menggunakan perantara, tetapi secara langsung dijual kepada pembeli industri karena adanya keinginan untuk mengadakan hubungan antara penjual-pembeli melalui proses yang ada.
2.      Price (harga)
Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen. Penetapan harga untuk produk cenderung berorientasi pada biaya. Jika biaya produksinya per unit sudah ditentukan, maka presentase mark-up yang ditetapkan diharapkan dapat menutup biaya pemasaran, biaya administrasi dan laba bersih. Untuk barang konsumsi dan barang industri standar, penetapan harganya lebih cenderung berorientasi pada permintaan. Ditentukan berbagai tingkat penjualan pada berbagai macam harga dengan tidak mengabaikan biayanya. Perubahan harga dapat dilihat akibatnya terhadap permintaan atau penjualan.
Dalam menentukan harga produk perusahaan juga memiliki tujuan lain yang ingin dicapai seperti:
·         Maksimisasi penjualan.
·         Menguasai persaingan.
·         Memperbaiki atau mempertahankan market share.
3.      Product (produk)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan. Suatu produk dapat berupa suatu benda, jasa dan keinginan lain-lain untuk melukiskan sesuatu yang dapat memenuhi keinginan. Untuk itu setiap pengusaha harus mengetahui perkembangan kebutuhan konsumen melalui penelitian pasar agar dapat mengetahui dan dapat menyesuaikan diri dalam menciptakan produk. Brand name dapat digunakan sebagai senjata untuk produk konsumsi. Sedangkan untuk produk industri yang terpenting adalah reputasi dan nama perusahaan. Ada juga faktor penting lain bagi pemasaran produk industri yaitu garansi, namun itu akan memerlukan biaya cukup banyak. Dan juga perlu mempertimbangkan aspek bantuan setelah penjualan seperti pemasangan juga reparasi.
4.      Promotion (promosi)
Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan. Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran, serta memperkenalkan barang-barang baru yang diproduksi.
  1. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan kemampuan terpadu dari daya pikir, daya fisik dan memiliki prestasi kerja yang dimiliki tiap individu. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fungsi MSDM yaitu untuk meningkatkan efektivitas SDM.
Manajemen sumber daya manusia terdiri dari dua fungsi, yaitu:
1.      Fungsi manajemen
a.       Fungsi perencanaan
b.      Fungsi pengorganisasian
c.       Fungsi pengarahan
d.      Fungsi pengkoordinasian
e.       Fungsi pengontrolan/pengawasan
2.      Fungsi operasional
a.       Fungsi pengadaan
b.      Fungsi pengembangan
c.       Fungsi pemberi konpensasi
d.      Fungsi integrasi
e.       Fungsi pemeliharaan
  1. Komunikasi
Dalam buku Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V Buku IIIA (psikologi Pendidikan), dituliskan bahwa secara umum ada tiga unsur atau komponen utama yang penting dalam komunikasi, yaitu:
1.      Komunikator dan komunikan.
2.      Informasi.
3.      Media, alat, cara, metode penyampaian informasi.
Onong (1981), menerangkan proses terjadinya komunikasi, dibagi menjadi komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang bahasa. Ini mencakup bahasa lisan dan bahasa tulisan. Sedangkan komunikasi non verbal, adalah komunikasi dengan jalan menyangkut gerak-gerik (gesture), sikap (posture), ekspresi muka (face expression), pakaian yang bersifat simbolik (symbolic clothing) dan lain-lain gejalanya sama.
Komunikasi pada hakekatnya adalah membuat komunikan dan komunikator sama-sama sesuai untuk proses. Komunikan melakukan apa yang disebut encode, ia mengkode pesannya berarti ia memformulasikan sedemikian rupa sehingga dengan menggunakan suatu lambang tertentu ia dapat mengoper pesannya kepada komunikan.

  1. Kreativitas
Woolfook (1984) memberikan batasan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan suatu masalah. Guilford (1976) mengemukakan kreativitas adalah cara-cara berpikir yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan berpikir lateral.
  1. Negosiasi
Negosiasi adalah perundingan, negosiator adalah perunding. Negosiasi adalah upaya untuk mengatasi perbedaan pendapat antara kedua belah pihak. Negosiasi yang baik dan efektif adalah negosiasi yang berdasarkan data riil, akurat dan faktual.




BAB III
HASIL KUNJUNGAN INDUSTRI
  1. Usaha Kecil di Kasongan
1.      Profil Usaha
Kasongan merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang ada di Bantul Yogyakarta. Daerah ini dikenal sebagai pusat pengrajin gerabah. Gerabah ini bisa berupa guci, pot dengan berbagai ukuran, pigura, souvenir, hiasan dinding dan perabotan lainnya seperti meja dan kursi. Produknya pun kemudian berkembang menjadi bunga tiruan dari dedaunan pisang, topeng-topengan dan perabotan dari bambu serta masih banyak lagi yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut telah diekspor ke luar negeri seperti ke Eropa dan Amerika. Kasongan menjadi daerah wisata favorit bagi pencari gerabah. Salah satu pajangan keramik paling terkenal di sini adalah patung sepasang pengantin yang sedang duduk sopan. Patung ini pertama kali dibuat oleh Sanggar Loro Blonyo yang dimiliki oleh Pak Walujo.
Dari patung ini pulalah banyak tawaran untuk membuat patung-patung lainnya oleh wisatawan mancanegara dan dalam negeri. Pesanan khusus tersebut dalam bentuk penari, pragawati, pemain gitar dan lainnya. Pakaian yang dikenakan pun tidak lagi pakem Jawa tetapi yang paling banyak adalah motif Bali dan Thailand. Tidak hanya gerabah sebenarnya, sekarang Kasongan juga dipenuhi oleh kerajinan produk selain gerabah. Ini dikarenakan pendatang yang mulai masuk ke daerah Kasongan. Kerajinan lainnya yang bisa kita temukan antara lain adalah kerajinan tumbuhan yang dikeringkan, kerajinan kayu kelapa dan kerajinan kerang. Namun memang yang paling terkenal dan mendongkrak Kasongan sebagai daerah wisata adalah kerajinan keramiknya. Kerajinan keramik atau gerabahnya terdapat berbagai bentuk dan motif dan bahkan desainnya sangat artistik.
Daerah Wisata Kasongan berada di pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Jika ingin sampai di sini dari Yogyakarta maka Anda bisa pergi ke arah selatan kemudian mendapatkan perempatan Dongkelan atau dikenal pula sebagai perempatan Ring Road Selatan, Jl. Bantul. Melewati Jl. Bantul maka pilih ke arah selatan. Hanya butuh waktu sekitar 10 atau 20 menit untuk sampai ke Desa Kasongan-pusat pengrajin gerabah Yogyakarta.
2.      Wirausahawan yang ditemui
S. Paryanto. ST. adalah salah satu wirausahawan di kasongan pemilik Naga Sakti Keramik yang bertempat di Kasongan, Bangun jiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Di showroom miliknya itu ia menjual berbagai macam kerajinan keramik, bahkan tidak hanya kerajinan keramik. Produk-produknya antara lain, vas bunga, tempat lilin, kursi dan meja, patung-patung, celengan, cermin dan sebagainya. Harga dari produk-produk di situ berkisar antara 4 ribu rupiah hingga 3 juta rupiah tergantung produknya. Menurut ibu Ayu, istri dari pak S. Paryanto. ST. Promosi produk-produknya dilakukan online, saat ini telah banyak pesanan-pesanan vas bunga besar dari Singapura dan Malaysia. Dalam satu kali pengiriman barang yang dikirim bisa mencapai 100 buah. Pengiriman dilakukan menggunakan truk container. Omset yang diperoleh oleh Naga Sakti Keramik dalam 3 bulan rata-rata 1 kali pengiriman vas bunga 100 buah, ± 300 juta rupiah. Dalam proses pembuatan keramik, karyawan yang bekerja berbeda-beda bagian dan tugasnya. Jadi, satu orang hanya khusus untuk bagian tertentu. Produk-produk yang dijual oleh Naga Sakti Keramik tidak hanya dari produksinya sendiri, tetapi juga hasil produksi dari orang-orang sekitar yang bekerjasama dengannya.
  1. Usaha Kecil di Manding
1.      Profil Usaha
Manding adalah sebuah desa yang terletak di Jl. Parangtritis dan merupakan sentra kerajinan kulit. Alamat tepatnya di  Jl. DR Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi, Bantul, sekitar 15 km dari pusat kota Jogja ke arah selatan menuju Pantai Parangtritis. Asal mula kerajinan kulit di Manding dipelopori oleh tiga pemuda Manding pada tahun 1947, yakni Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo dan Wardi Utomo. Semula ketiga pemuda tersebut bekerja di sebuah perusahaan kulit di Kota Yogyakarta yang memproduksi pakaian dan pelana kuda. Kemudian ketiga pemuda tersebut, mendirikan usaha sendiri dengan berbahan dasar kulit juga.
Sejak berdiri tahun 1976 hingga tahun 90-an, pengrajin mampu mengeksport hasil kerajinan mereka hingga ke Spanyol. Hingga saat ini, di Desa Manding terdapat sekitar 40 showroom dan 100-an pengrajin kulit. Kerajinan kulit Manding tak kalah berkualitas jika dibandingkan dengan kerajinan kulit di Cibaduyut maupun Tanggulangin. Masyarakat Manding menata apik hasil kerajinan mereka  di showroom-showroom sepanjang jalan Manding. Kerajinan kulit yang mereka buat antara lain berupa tas, sepatu, ikat pinggang, travellbag, sandal, dompet dan masih banyak lagi.
Kerajinan kulit Manding di produksi dengan cara yang masih rumahan, yaitu dalam hal proses membuat pola, mengguntingnya, sampai menjahitnya. Mereka mempekerjakan beberapa karyawan untuk menghasilkan karya-karya mereka. Oleh karena itu, pembeli tidak hanya bisa membeli dari hasil kerajinan yang sudah jadi, tetapi konsumen bisa memesannya, dengan model yang mereka inginkan, namun dengan harga yang berbeda tentunya dari harga barang yang sudah jadi.  Walaupun merupakan produk rumahan tetapi kualitas tetap terjaga
2.      Wirausahawan yang ditemui
a.       Wajiyo Handycraft
Pak Wajiyo adalah salah satu pengrajin kulit di Manding. Alamat tempat ia tinggal dan memproduksi adalah di Manding rt 05, Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta. Produk yang ia buat hanyalah tas. Sudah 67 tahun usaha kerajinan tas dari kulitnya berdiri secara turun temurun. Dahulu, tas-tas hasil karyanya pernah dikirim ke Jepang. Harga tas yang diproduksi pak Wajiyo berkisar antara 90 ribu rupiah hingga 5 juta rupiah. Karena semakin tinggi kualitasnya harganya juga semakin mahal. Promosi produk-produk pak Wajiyo hanya melalui para pelanggan yang sudah setia berlangganan dengannya. Dan para calon pemesan tas juga telah mengetahui produk-produknya, jadi calon pembeli yang datang langsung. Dalam sehari pak Wajiyo dapat memproduksi 100 buah tas kecil seharga 90 ribu rupiah. Jadi omsetnya dalam 1 bulan sekitar 9 juta rupiah. Karyawannya masih keluarga sendiri. Yang menjadi kendala dalam produksinya yaitu peralatannya. Dulu dalam membuat motif di tas diembos tetapi kurang laku, sehingga dipahat. Alat yang digunakan untuk memahat dari besi as sepeda onthel. Kulit yang digunakan adalah kulit sapi, karena kekuatan kulit sapi lebih kuat. Cara pewarnaan tas dengan cara disemprot. Motif pahatan di tas tergantung pesanan atau kreativitas pengrajin sendiri.
b.      Kerajinan Sendal Puji Sutrisno
Bapak Puji Sutrisno dan istrinya adalah satu-satunya yang membuat kerajinan sendal dari lidi. Produk yang ia buat hanya sendal. Dalam 1 hari mereka berdua dapat memproduksi 20 pasang sendal. Harga sendal satu pasang 20 ribu rupiah. Biasanya pembeli membeli sendal perkodi. Promosi yang digunakan lewat pelanggan-pelanggannya. Pesanan biasanya dari luar kota, seperti Klaten, Semarang, Ngawi, dan masih banyak lagi. Pesanan rame saat menjelang lebaran. Penghasilan yang diperoleh tidak pasti. Tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan berdua. Sandal terbuat dari lidi yang di anyam, dan dari enceng gondok.
  1. Usaha Kecil di Pantai Depok
1.      Profil Usaha
Pantai Depok merupakan objek wisata pantai yang masih berada di dalam kawasan Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta atau yang lebih tepatnya berada di sebelah barat dari pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo,dengan jarak 3-4 Km. Secara khusus kawasan Pantai Depok menjadi sebuah perkampungan nelayan. Letaknya kurang lebih sekitar 27 kilometer arah selatan dari pusat Kota Jogja, atau tepat di sebelah timur muara Sungai Opak.
Untuk bisa mencapai wawasan dari Pantai Depok, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua, bisa juga menggunakan kendaraan umum berupa bus, tapi biasanya cuma arah Pantai Parangtritis, untuk bisa ke Pantai Depok dari Pantai Parangtritis bisa menggunakan andong yang banyak di jumpai di area Pantai Parangtritis dengan rute dari kota yogyakarta, keselatan dengan melewati jalan Parangtritis, sebelum sampai di pintu masuk Pantai Parangtritis belok kekanan, ikuti jalan terus, melewati perkampungan maka akan sampai ke tempat wisata Pantai Depok dan yang pastinya ada retribusi juga. Biaya masuk menuju Pantai Depok hanya Rp 4.000,00 untuk dua orang dan satu motor. Bila membawa mobil, anda dikenai biaya Rp 5.000,00 plus biaya perorangan.
Di sini para pengunjung juga bisa menyaksikan kehidupan sehari-hari para nelayan sekaligus membeli ikan yang masih segar langsung dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pasar Ikan Pantai Depok yang beroperasi tiap hari serta langsung bisa memasaknya, banyak warung-warung makan yang siap membantu pengunjung untuk mengolah ikan-ikan yang baru dibeli di Tempat Pelelangan Ikan Pantai Depok.
2.      Wirausahawan yang ditemui
Ibu Samseng Sanjaya dan bapak Darmanto adalah pemilik salah satu Warung Makan di pantai Depok. Mereka sudah 5 tahun ada disana. Di pantai Depok ada 85 warung makan. Produk yang ditawarkan adalah jasa masak ikan dan lain-lain. Tarif harga jasa memasakan ikan Rp. 10.000,- per kilogram. Promosi dibantu oleh kementrian perikanan. Penghasilan rata-rata 50 kilogram setiap minggu atau sekitar Rp. 500.000,-. Ikan yang ada di TPI pantai Depok diambil dari Semarang, Cilacap, Kulon Progo, Baron, dan Depok. Paling besar di DIY. Tamu yang datang dari Jepang, Singapura dan Malaysia. Ikan-ikan dari nelayan biasanya dibawa ke TPI dan dari TPI ke pedagang kemudian ke konsumen. Dan biasanya alur itu akan membuat biaya ikan lebih mahal 5 ribu rupiah. Hambatan yang mengganggu adalah cuaca yang mengakibatkan tamu berkurang.
  1. Usaha Kecil di Malioboro
1.      Profil Usaha
Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta. Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margoutomo, dan Jalan Jend. A. Yani menjadi jalan Margomulyo. Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini. Kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan wisata belanja andalan kota Jogja, ini didukung oleh adanya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan tak ketinggalan para pedagang kaki limanya. Untuk pertokoan, pusat perbelanjaan dan rumah makan yang ada sebenarnya sama seperti pusat bisnis dan belanja di kota-kota besar lainnya, yang disemarakan dengan nama-merk besar dan ada juga nama-nama lokal. Barang yang diperdagangkan dari barang import maupun lokal, dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang elektronika, mebel dan lain sebagainya. Juga menyediakan aneka kerajinan, misal batik, wayang, ayaman, tas dan lain sebagainya. Terdapat pula tempat penukaran mata uang asing, bank, hotel bintang lima hingga tipe melati. Banyak pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semua yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.
2.      Wirausahawan yang ditemui
Ø  Toko Batik Kharisma adalah salah satu toko batik yang berada di sebelah ruas kanan jalan malioboro dari utara.Toko Batik Kharisma menjual berbagai macam batik mulai dari anak- anak sampai dewasa. Harga baju batik di toko ini tidak bisa ditawar atau harga pas. Harga batik yang dijual mulai dari Rp 19.900,- sampai Rp 200.000,.Bermacam- macam warna batik ditemukan disini dengan corak yang bebeda-beda.
Ø  Pedagang Kaki Lima di dekat monumen 1 maret.
Penjual kaos bersablon tentang Yogyakarta, 1 buah kaos dijual seharga 15 ribu rupiah. Menurut PKL tersebut, saat berjualan di sana ia harus siap berlari karena di kejar-kejar satpol PP. Rata-rata penghasilannya bila disana dalam sebulan bisa mncapai 450 ribu rupiah.
  1. Analisis
1.      Kasongan
2.      Manding
3.      Pantai Depok
4.      Malioboro




DAFTAR PUSTAKA
Asri Laksmi Riani, dkk. 2005. Dasar-dasar Kewirausahaan. Surakarta: UNS Press.
Jogjaempatroda. 2013. “Desa Wisata Kulit Manding” (online), (http://jogjaempatroda.blogspot.com)/2013/03/desa-wisata-kulit-manding.html#.Urk5JtIW1hN, diakses 24 Desember 2013, waktu 13.30 WIB.
Panduanwisata. “manding” (online), (http://yogyakarta.panduanwisata.com)/daerah-istimewa-yogyakarta/bantul/manding-sentra-k, diakses 24 Desember 2013, waktu 13.40 WIB.
Salsabilatransport. “kasongan pusat pengrajin gerabah” (online), (http://www.sabilatransport.com)/blog/kasongan-pusat-pengrajin-gerabah-yogyakarta, diakses 24 Desember 2013, waktu 13.50 WIB.
Yogyes. “kasongan” (online), (http://www.yogyes.com)/id/yogyakarta-tourism-object/market/kasongan/, diakses 24 Desember 2013, waktu 14.00 WIB.
Shvoong. “pengertian marketing mix” (online), (http://id.shvoong.com)/writing-and-speaking/presenting/2069507-pengertian-marketing-mix/#ixzz2oCKiLyBT, diakses 22 Desember 2013, waktu 16.00 WIB.
Wikipedia. “manajemen sumber daya manusia” (online), (http://id.wikipedia.org)/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia, diakses 26 Desember 2013, waktu 11.00 WIB.
Erawisata. “pantai depok” (online), (http://erawisata.com)/pantai-depok-bantul/#sthash.CmGtd1FH.dpuf, diakses 24 Desember 2013, waktu 14.10 WIB.
Wikipedia. “usaha kecil menengah” (online), (http://id.wikipedia.org)/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah, diakses 26 Desember 2013, waktu 11.10 WIB.
Margiiutamii. “slideshare” (online), (http://www.slideshare.net)/margiiutamii/kewirausahaan-mengelola-sumber-daya-manusia-sdm, diakses 26 Desember 2013, waktu 11.20 WIB.

Yogyes. “malioboro” (online), (http://www.yogyes.com)/id/yogyakarta-tourism-object/market/malioboro/, diakses 24 Desember 2013, waktu 14.20 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar