LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI KEWIRAUSAHAAN
KASONGAN, MANDING, PANTAI DEPOK DAN MALIOBORO
Disusun untuk tugas mata kuliah Kewirausahaan
Dosen Pengampu: Dra. Tri Murwaningsih, M.Si
Disusun Oleh:
Adventya Widyastiti / kelas
A
K4213003
PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA
JAWA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Kewirausahaan berasal dari kata dasar
wirausaha diberi awalan ke dan
akhiran an yang bersifat membuat kata
benda wirausaha mempunyai pengertian abstrak, yaitu hal-hal yang bersangkutan
dengan wirausaha. Lebih lanjut bila wira diartikan
sebagai berani dan usaha diartikan
sebagai kegiatan bisnis yang komersial maupun non bisnis dan non komersial,
maka kewirausahaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan
keberanian seseorang untuk melaksanakan sesuatu kegiatan bisnis/non bisnis
(cara mandiri). Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah
yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak
Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang
berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian
Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang
usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi
untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9
tahun 1995 adalah sebagai berikut: memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.
200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat
usaha, memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu
Miliar Rupiah), milik Warga Negara Indonesia, dan berdiri sendiri, bukan
merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai,
atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau
Usaha Besar, serta berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak
berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Di
Indonesia, UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Jumlah UKM hingga 2011
mencapai sekitar 52 juta. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena
menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga
keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13 juta pelaku UKM yang mendapat akses
ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi
dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota. Menteri Koperasi dan
UKM Syarifuddin Hasan mengatakan Pemerintah akan menarik pajak bagi sektor UKM
beromzet Rp300 juta hingga Rp4 miliar per tahun. Hal tersebut akan dilaksanakan
karena pemerintah mengakui membutuhkan uang untuk proyek infrastruktur.
Berikut disajikan beberapa jenis UKM yang berada di daerah
Jogjakarta dan analisisnya. Data dalam makalah ini diperoleh dari observasi
lapangan yang dilakukan pada hari Kamis, 12 Desember 2013. Observasi lapangan
berupa kunjungan di beberapa daerah industri di Jogjakarta, yaitu daerah
Kasongan, Manding, Pantai Depok, dan Malioboro.
- Rumusan Masalah
1.
Bagaimana profil
usaha kecil di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro?
2.
Bagaimana wirausahawan
yang ada di Kasongan?
3.
Bagaimana wirausahawan
yang ada di Manding?
4.
Bagaimana wirausahawan
yang ada di Pantai Depok?
5.
Bagaimana wirausahawan
yang ada di Malioboro?
- Tujuan
1.
Mengetahui
profil usaha kecil di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro.
2.
Mengetahui
tentang wirausahawan yang ada di Kasongan.
3.
Mengetahui
tentang wirausahawan yang ada di Manding.
4.
Mengetahui
tentang wirausahawan yang ada di Pantai Depok.
5.
Mengetahui
tentang wirausahawan yang ada di Malioboro
- Manfaat
1.
Menambah wawasan
tentang usaha kecil yang ada di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro.
2.
Menganalisis
usaha kecil yang ada di Kasongan, Manding, Pantai Depok dan Malioboro.
3.
Menambah
pengetahuan dalam berwirausaha.
BAB II
LANDASAN
TEORI
- Marketing Mix
Marketing Mix
merupakan variabel-variabel pemasaran yang terkontrol oleh perusahaan dan
digunakan oleh perusahaan untuk mencapai target pasar yang telah ditetapkan dan
memberikan kepuasan pada konsumen. Dalam hal ini Swastha (1985: 94) memberikan pengertian marketing mix
adalah empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran
perusahaan yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi. Selanjutnya Kotler (1985: 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai
berikut: Product (Produk), Price (Harga),
Place (distribusi/tempat),
dan Promotion (promosi).
1. Place (tempat atau distribusi)
Produk
yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli
apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan. Dalam pencapain tujuan utama dari pemasaran yakni menyalurkan
barang-barang atau jasa. Secara
efisien dari produsen ke konsumen, maka diperlukan adanya kegiatan penyaluran
(distribusi) sebagai mata rantai yang harus dilalui oleh barang-barang dari
produsen ke konsumen pada waktu dan jumlah yang tepat.
Barang konsumsi
umumnya dijual melalui perantara dengan maksud untuk menekan biaya pencapaian
pasar yang luas dan menyebar. Produsen dapat memperoleh penghematan biaya
dengan melimpahkan sebagian fungsi pemasarannya kepada perantara. Sedangkan
barang industri, hampir sebagian besar tidak menggunakan perantara, tetapi
secara langsung dijual kepada pembeli industri karena adanya keinginan untuk
mengadakan hubungan antara penjual-pembeli melalui proses yang ada.
2. Price (harga)
Harga
merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan
penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam
merebut konsumen. Penetapan harga untuk produk cenderung berorientasi
pada biaya. Jika biaya produksinya per unit sudah ditentukan, maka presentase
mark-up yang ditetapkan diharapkan dapat menutup biaya pemasaran, biaya
administrasi dan laba bersih. Untuk barang konsumsi dan barang industri
standar, penetapan harganya lebih cenderung berorientasi pada permintaan.
Ditentukan berbagai tingkat penjualan pada berbagai macam harga dengan tidak
mengabaikan biayanya. Perubahan harga dapat dilihat akibatnya terhadap
permintaan atau penjualan.
Dalam menentukan
harga produk perusahaan juga memiliki tujuan lain yang ingin dicapai seperti:
·
Maksimisasi
penjualan.
·
Menguasai
persaingan.
·
Memperbaiki atau
mempertahankan market share.
3. Product (produk)
Produk
adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan
perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan. Suatu produk dapat berupa suatu benda, jasa dan keinginan
lain-lain untuk melukiskan sesuatu yang dapat memenuhi keinginan. Untuk itu
setiap pengusaha harus mengetahui perkembangan kebutuhan konsumen melalui
penelitian pasar agar dapat mengetahui dan dapat menyesuaikan diri dalam
menciptakan produk. Brand name dapat digunakan sebagai senjata untuk produk konsumsi.
Sedangkan untuk produk industri yang terpenting adalah reputasi dan nama
perusahaan. Ada juga faktor penting lain bagi pemasaran produk industri yaitu
garansi, namun itu akan memerlukan biaya cukup banyak. Dan juga perlu
mempertimbangkan aspek bantuan setelah penjualan seperti pemasangan juga
reparasi.
4. Promotion (promosi)
Promosi
adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan
mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang
dihasilkan. Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut
konsumen dipasaran, serta memperkenalkan barang-barang baru yang diproduksi.
- Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan
kemampuan terpadu dari daya pikir, daya fisik dan memiliki prestasi kerja yang
dimiliki tiap individu. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu
proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh,
manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi
atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fungsi MSDM yaitu
untuk meningkatkan efektivitas SDM.
Manajemen sumber
daya manusia terdiri dari dua fungsi, yaitu:
1.
Fungsi manajemen
a.
Fungsi
perencanaan
b.
Fungsi
pengorganisasian
c.
Fungsi
pengarahan
d.
Fungsi
pengkoordinasian
e.
Fungsi pengontrolan/pengawasan
2.
Fungsi
operasional
a.
Fungsi pengadaan
b.
Fungsi
pengembangan
c.
Fungsi pemberi
konpensasi
d.
Fungsi integrasi
e.
Fungsi
pemeliharaan
- Komunikasi
Dalam buku
Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V Buku IIIA (psikologi
Pendidikan), dituliskan bahwa secara umum ada tiga unsur atau komponen utama
yang penting dalam komunikasi, yaitu:
1.
Komunikator dan
komunikan.
2.
Informasi.
3.
Media, alat,
cara, metode penyampaian informasi.
Onong (1981),
menerangkan proses terjadinya komunikasi, dibagi menjadi komunikasi verbal dan
komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan
lambang bahasa. Ini mencakup bahasa lisan dan bahasa tulisan. Sedangkan
komunikasi non verbal, adalah komunikasi dengan jalan menyangkut gerak-gerik (gesture), sikap (posture), ekspresi muka (face
expression), pakaian yang bersifat simbolik (symbolic clothing) dan lain-lain gejalanya sama.
Komunikasi pada
hakekatnya adalah membuat komunikan dan komunikator sama-sama sesuai untuk
proses. Komunikan melakukan apa yang disebut encode, ia mengkode pesannya
berarti ia memformulasikan sedemikian rupa sehingga dengan menggunakan suatu
lambang tertentu ia dapat mengoper pesannya kepada komunikan.
- Kreativitas
Woolfook (1984)
memberikan batasan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu untuk
menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan suatu masalah.
Guilford (1976) mengemukakan kreativitas adalah cara-cara berpikir yang
divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan
berpikir lateral.
- Negosiasi
Negosiasi adalah
perundingan, negosiator adalah perunding. Negosiasi adalah upaya untuk
mengatasi perbedaan pendapat antara kedua belah pihak. Negosiasi yang baik dan
efektif adalah negosiasi yang berdasarkan data riil, akurat dan faktual.
BAB III
HASIL
KUNJUNGAN INDUSTRI
- Usaha Kecil di Kasongan
1. Profil Usaha
Kasongan
merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang ada di Bantul Yogyakarta. Daerah
ini dikenal sebagai pusat pengrajin gerabah. Gerabah ini bisa berupa guci, pot
dengan berbagai ukuran, pigura, souvenir, hiasan dinding dan perabotan lainnya
seperti meja dan kursi. Produknya pun kemudian berkembang menjadi bunga tiruan
dari dedaunan pisang, topeng-topengan dan perabotan dari bambu serta masih
banyak lagi yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut telah diekspor ke luar
negeri seperti ke Eropa dan Amerika. Kasongan menjadi daerah wisata favorit
bagi pencari gerabah. Salah satu pajangan keramik paling terkenal di sini
adalah patung sepasang pengantin yang sedang duduk sopan. Patung ini pertama
kali dibuat oleh Sanggar Loro Blonyo yang dimiliki oleh Pak Walujo.
Dari
patung ini pulalah banyak tawaran untuk membuat patung-patung lainnya oleh
wisatawan mancanegara dan dalam negeri. Pesanan khusus tersebut dalam bentuk
penari, pragawati, pemain gitar dan lainnya. Pakaian yang dikenakan pun tidak
lagi pakem Jawa tetapi yang paling banyak adalah motif Bali dan Thailand. Tidak
hanya gerabah sebenarnya, sekarang Kasongan juga dipenuhi oleh kerajinan produk
selain gerabah. Ini dikarenakan pendatang yang mulai masuk ke daerah Kasongan.
Kerajinan lainnya yang bisa kita temukan antara lain adalah kerajinan tumbuhan
yang dikeringkan, kerajinan kayu kelapa dan kerajinan kerang. Namun memang yang
paling terkenal dan mendongkrak Kasongan sebagai daerah wisata adalah kerajinan
keramiknya. Kerajinan keramik atau gerabahnya terdapat berbagai bentuk dan
motif dan bahkan desainnya sangat artistik.
Daerah
Wisata Kasongan berada di pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan,
Kabupaten Bantul. Jika ingin sampai di sini dari Yogyakarta maka Anda bisa
pergi ke arah selatan kemudian mendapatkan perempatan Dongkelan atau dikenal
pula sebagai perempatan Ring Road Selatan, Jl. Bantul. Melewati Jl. Bantul maka
pilih ke arah selatan. Hanya butuh waktu sekitar 10 atau 20 menit untuk sampai
ke Desa Kasongan-pusat pengrajin gerabah Yogyakarta.
2. Wirausahawan yang ditemui
S. Paryanto. ST.
adalah salah satu wirausahawan di kasongan pemilik Naga Sakti Keramik yang
bertempat di Kasongan, Bangun jiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Di showroom miliknya itu ia menjual berbagai
macam kerajinan keramik, bahkan tidak hanya kerajinan keramik. Produk-produknya
antara lain, vas bunga, tempat lilin, kursi dan meja, patung-patung, celengan,
cermin dan sebagainya. Harga dari produk-produk di situ berkisar antara 4 ribu
rupiah hingga 3 juta rupiah tergantung produknya. Menurut ibu Ayu, istri dari
pak S. Paryanto. ST. Promosi produk-produknya dilakukan online, saat ini telah banyak pesanan-pesanan vas bunga besar dari
Singapura dan Malaysia. Dalam satu kali pengiriman barang yang dikirim bisa
mencapai 100 buah. Pengiriman dilakukan menggunakan truk container. Omset yang
diperoleh oleh Naga Sakti Keramik dalam 3 bulan rata-rata 1 kali pengiriman vas
bunga 100 buah, ± 300 juta rupiah. Dalam proses pembuatan keramik, karyawan
yang bekerja berbeda-beda bagian dan tugasnya. Jadi, satu orang hanya khusus
untuk bagian tertentu. Produk-produk yang dijual oleh Naga Sakti Keramik tidak
hanya dari produksinya sendiri, tetapi juga hasil produksi dari orang-orang
sekitar yang bekerjasama dengannya.
- Usaha Kecil di Manding
1. Profil Usaha
Manding adalah sebuah desa yang terletak di
Jl. Parangtritis dan merupakan sentra kerajinan
kulit. Alamat tepatnya di Jl. DR Wahidin Sudiro Husodo, Manding,
Sabdodadi, Bantul, sekitar 15 km dari pusat kota Jogja ke arah selatan menuju
Pantai Parangtritis. Asal mula kerajinan kulit di Manding dipelopori oleh tiga
pemuda Manding pada tahun 1947, yakni Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo dan Wardi
Utomo. Semula ketiga pemuda tersebut bekerja di sebuah perusahaan kulit di Kota
Yogyakarta yang memproduksi pakaian dan pelana kuda. Kemudian ketiga
pemuda tersebut, mendirikan usaha sendiri dengan berbahan dasar kulit juga.
Sejak berdiri tahun 1976 hingga tahun 90-an, pengrajin mampu mengeksport
hasil kerajinan mereka hingga ke Spanyol. Hingga saat ini, di Desa Manding terdapat
sekitar 40 showroom dan 100-an
pengrajin kulit. Kerajinan kulit Manding tak kalah berkualitas jika
dibandingkan dengan kerajinan kulit di Cibaduyut maupun Tanggulangin.
Masyarakat Manding menata apik hasil kerajinan mereka di showroom-showroom sepanjang jalan
Manding. Kerajinan kulit yang mereka buat antara lain berupa tas, sepatu, ikat
pinggang, travellbag, sandal, dompet dan masih banyak lagi.
Kerajinan kulit Manding di produksi dengan cara yang
masih rumahan, yaitu dalam hal proses membuat pola, mengguntingnya, sampai
menjahitnya. Mereka mempekerjakan beberapa karyawan untuk menghasilkan
karya-karya mereka. Oleh karena itu, pembeli tidak hanya bisa membeli dari
hasil kerajinan yang sudah jadi, tetapi konsumen bisa memesannya, dengan model
yang mereka inginkan, namun dengan harga yang berbeda tentunya dari harga
barang yang sudah jadi. Walaupun merupakan produk rumahan tetapi kualitas
tetap terjaga
2. Wirausahawan yang ditemui
a. Wajiyo Handycraft
Pak Wajiyo
adalah salah satu pengrajin kulit di Manding. Alamat tempat ia tinggal dan
memproduksi adalah di Manding rt 05, Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta. Produk yang
ia buat hanyalah tas. Sudah 67 tahun usaha kerajinan tas dari kulitnya berdiri
secara turun temurun. Dahulu, tas-tas hasil karyanya pernah dikirim ke Jepang.
Harga tas yang diproduksi pak Wajiyo berkisar antara 90 ribu rupiah hingga 5
juta rupiah. Karena semakin tinggi kualitasnya harganya juga semakin mahal.
Promosi produk-produk pak Wajiyo hanya melalui para pelanggan yang sudah setia berlangganan
dengannya. Dan para calon pemesan tas juga telah mengetahui produk-produknya,
jadi calon pembeli yang datang langsung. Dalam sehari pak Wajiyo dapat
memproduksi 100 buah tas kecil seharga 90 ribu rupiah. Jadi omsetnya dalam 1
bulan sekitar 9 juta rupiah. Karyawannya masih keluarga sendiri. Yang menjadi
kendala dalam produksinya yaitu peralatannya. Dulu dalam membuat motif di tas
diembos tetapi kurang laku, sehingga dipahat. Alat yang digunakan untuk memahat
dari besi as sepeda onthel. Kulit yang digunakan adalah kulit sapi, karena
kekuatan kulit sapi lebih kuat. Cara pewarnaan tas dengan cara disemprot. Motif
pahatan di tas tergantung pesanan atau kreativitas pengrajin sendiri.
b.
Kerajinan Sendal
Puji Sutrisno
Bapak Puji
Sutrisno dan istrinya adalah satu-satunya yang membuat kerajinan sendal dari
lidi. Produk yang ia buat hanya sendal. Dalam 1 hari mereka berdua dapat
memproduksi 20 pasang sendal. Harga sendal satu pasang 20 ribu rupiah. Biasanya
pembeli membeli sendal perkodi. Promosi yang digunakan lewat
pelanggan-pelanggannya. Pesanan biasanya dari luar kota, seperti Klaten,
Semarang, Ngawi, dan masih banyak lagi. Pesanan rame saat menjelang lebaran.
Penghasilan yang diperoleh tidak pasti. Tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan
berdua. Sandal terbuat dari lidi yang di anyam, dan dari enceng gondok.
- Usaha Kecil di Pantai Depok
1. Profil Usaha
Pantai Depok
merupakan objek wisata pantai yang masih berada di dalam kawasan Pantai
Parangtritis Bantul Yogyakarta atau yang lebih tepatnya berada di sebelah barat
dari pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo,dengan jarak 3-4 Km. Secara
khusus kawasan Pantai Depok menjadi sebuah perkampungan nelayan. Letaknya
kurang lebih sekitar 27 kilometer arah selatan dari pusat Kota Jogja, atau
tepat di sebelah timur muara Sungai Opak.
Untuk bisa
mencapai wawasan dari Pantai Depok, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda
empat maupun roda dua, bisa juga menggunakan kendaraan umum berupa bus, tapi
biasanya cuma arah Pantai Parangtritis, untuk bisa ke Pantai Depok dari Pantai Parangtritis
bisa menggunakan andong yang banyak di jumpai di area Pantai Parangtritis
dengan rute dari kota yogyakarta, keselatan dengan melewati jalan Parangtritis,
sebelum sampai di pintu masuk Pantai Parangtritis belok kekanan, ikuti jalan
terus, melewati perkampungan maka akan sampai ke tempat wisata Pantai Depok dan
yang pastinya ada retribusi juga. Biaya masuk menuju Pantai Depok hanya Rp
4.000,00 untuk dua orang dan satu motor. Bila membawa mobil, anda dikenai biaya
Rp 5.000,00 plus biaya perorangan.
Di sini para
pengunjung juga bisa menyaksikan kehidupan sehari-hari para nelayan sekaligus
membeli ikan yang masih segar langsung dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan
Pasar Ikan Pantai Depok yang beroperasi tiap hari serta langsung bisa
memasaknya, banyak warung-warung makan yang siap membantu pengunjung untuk mengolah
ikan-ikan yang baru dibeli di Tempat Pelelangan Ikan Pantai Depok.
2. Wirausahawan yang ditemui
Ibu Samseng
Sanjaya dan bapak Darmanto adalah pemilik salah satu Warung Makan di pantai
Depok. Mereka sudah 5 tahun ada disana. Di pantai Depok ada 85 warung makan. Produk
yang ditawarkan adalah jasa masak ikan dan lain-lain. Tarif harga jasa
memasakan ikan Rp. 10.000,- per kilogram. Promosi dibantu oleh kementrian
perikanan. Penghasilan rata-rata 50 kilogram setiap minggu atau sekitar Rp.
500.000,-. Ikan yang ada di TPI pantai Depok diambil dari Semarang, Cilacap,
Kulon Progo, Baron, dan Depok. Paling besar di DIY. Tamu yang datang dari
Jepang, Singapura dan Malaysia. Ikan-ikan dari nelayan biasanya dibawa ke TPI
dan dari TPI ke pedagang kemudian ke konsumen. Dan biasanya alur itu akan
membuat biaya ikan lebih mahal 5 ribu rupiah. Hambatan yang mengganggu adalah
cuaca yang mengakibatkan tamu berkurang.
- Usaha Kecil di Malioboro
1. Profil Usaha
Jalan Malioboro
adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang
membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta.
Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, dan Jalan Jend. A.
Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta. Pada tanggal
20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas
jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi
jalan Margoutomo, dan Jalan Jend. A. Yani menjadi jalan Margomulyo. Terdapat
beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu
Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg,
dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro
sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas
jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas
jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering
mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art,
pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini. Kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan wisata belanja andalan kota
Jogja, ini didukung oleh adanya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan
tak ketinggalan para pedagang kaki limanya. Untuk pertokoan, pusat perbelanjaan
dan rumah makan yang ada sebenarnya sama seperti pusat bisnis dan belanja di
kota-kota besar lainnya, yang disemarakan dengan nama-merk besar dan ada juga
nama-nama lokal. Barang yang diperdagangkan dari barang import maupun lokal,
dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang elektronika, mebel dan lain
sebagainya. Juga menyediakan aneka kerajinan, misal batik, wayang, ayaman, tas
dan lain sebagainya. Terdapat pula tempat penukaran mata uang asing, bank,
hotel bintang lima hingga tipe melati. Banyak pedagang kaki lima yang berjajar
sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semua yang ditawarkan
adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan.
Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman
rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas
kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu,
sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan
berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima
ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya
menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai
saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para
pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.
2. Wirausahawan yang ditemui
Ø Toko Batik Kharisma
adalah salah satu toko batik yang berada di sebelah ruas kanan jalan malioboro
dari utara.Toko Batik Kharisma menjual berbagai macam batik mulai dari anak-
anak sampai dewasa. Harga baju batik di toko ini tidak bisa
ditawar atau harga pas. Harga batik yang dijual mulai dari Rp
19.900,- sampai Rp 200.000,.Bermacam- macam warna batik ditemukan
disini dengan corak yang bebeda-beda.
Ø Pedagang Kaki Lima di
dekat monumen 1 maret.
Penjual
kaos bersablon tentang Yogyakarta, 1 buah kaos dijual seharga 15 ribu rupiah.
Menurut PKL tersebut, saat berjualan di sana ia harus siap berlari karena di
kejar-kejar satpol PP. Rata-rata penghasilannya bila disana dalam sebulan bisa
mncapai 450 ribu rupiah.
- Analisis
1. Kasongan
2. Manding
3. Pantai Depok
4. Malioboro
DAFTAR PUSTAKA
Asri Laksmi Riani, dkk. 2005. Dasar-dasar Kewirausahaan. Surakarta: UNS Press.
Jogjaempatroda. 2013. “Desa Wisata Kulit Manding”
(online), (http://jogjaempatroda.blogspot.com)/2013/03/desa-wisata-kulit-manding.html#.Urk5JtIW1hN,
diakses 24 Desember 2013, waktu 13.30 WIB.
Panduanwisata. “manding” (online), (http://yogyakarta.panduanwisata.com)/daerah-istimewa-yogyakarta/bantul/manding-sentra-k,
diakses 24 Desember 2013, waktu 13.40 WIB.
Salsabilatransport. “kasongan pusat pengrajin gerabah”
(online), (http://www.sabilatransport.com)/blog/kasongan-pusat-pengrajin-gerabah-yogyakarta,
diakses 24 Desember 2013, waktu 13.50 WIB.
Yogyes. “kasongan” (online), (http://www.yogyes.com)/id/yogyakarta-tourism-object/market/kasongan/,
diakses 24 Desember 2013, waktu 14.00 WIB.
Shvoong. “pengertian marketing mix” (online), (http://id.shvoong.com)/writing-and-speaking/presenting/2069507-pengertian-marketing-mix/#ixzz2oCKiLyBT, diakses 22 Desember 2013, waktu 16.00 WIB.
Wikipedia. “manajemen sumber daya manusia” (online), (http://id.wikipedia.org)/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia, diakses 26 Desember 2013, waktu 11.00 WIB.
Erawisata. “pantai depok” (online), (http://erawisata.com)/pantai-depok-bantul/#sthash.CmGtd1FH.dpuf,
diakses 24 Desember 2013, waktu 14.10 WIB.
Wikipedia. “usaha kecil menengah” (online), (http://id.wikipedia.org)/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah,
diakses 26 Desember 2013, waktu 11.10 WIB.
Margiiutamii. “slideshare” (online), (http://www.slideshare.net)/margiiutamii/kewirausahaan-mengelola-sumber-daya-manusia-sdm, diakses 26 Desember 2013, waktu 11.20 WIB.
Yogyes. “malioboro”
(online), (http://www.yogyes.com)/id/yogyakarta-tourism-object/market/malioboro/, diakses 24 Desember 2013, waktu 14.20 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar